Sepakbola

Tito

Tito Vilanova, Tito Posted On
Posted By Ahmad Makki

Dua hal yang selalu mendapat tempat di hati Tito Vilanova adalah Barcelona dan Joseph “Pep Guardiola. Cinta Tito kepada keduanya berpaut di masa muda, ketika ia dan Pep berikrar bersama akan berbakti buat Barcelona di suatu hari nanti.

Ketika masa bakti keduanya tiba, Pep Guardiola menjadikan Barcelona sebagai salah satu tim sepakbola dengan permainan yang paling dikenang sepanjang sejarah. Atas sukses tersebut, tak seorang pun kritikus dan pengamat sepakbola berani mengecilkan peran sang asisten, Tito Vilanova.

Sewaktu Pep mundur dari Barca karena kelelahan, klub sepakat menunjuk Tito sebagai suksesor ideal. Tito menerima tanggung jawab dan orang berharap berlanjutnya masa jaya Barca sebagai “dream team“.

Namun Tito punya rencana lain. Ia menolak menjadi epigonnya Pep. Mungkin ia sadar, keindahan sepakbola yang sublim dan puitis tak bisa diulang begitu saja. Ia mengambil jalan yang berbeda sambil tetap mempertahankan tradisi prestasi.

Orang boleh sangsi dan menganggap Tito sekadar meneruskan apa yang sudah dibangun Pep. Tapi simak pendapat para pemain kunci seperti Iniesta, Xavi, Messi, tentang pelatih barunya kala itu. Mereka selalu menggarisbawahi hal yang sama, tak seorang pun punya pengetahuan taktik sebaik Tito.

Di lapangan, para pemain membuktian kehebatan juru taktik barunya. Barca bermain lebih konvensional dan mengurangi risiko dengan menurunkan garis pertahanan. Bola didistribusi dengan operan yang lebih panjang dan ambisius. Durasi bola diolah dari garis pertahanan sendiri menuju pertahanan lawan jadi lebih singkat. Barcelona bertransformasi jadi tim dengan efektivitas mengerikan. Lionel Messi mencatat rekor individual terbaiknya di bawah asuhan Tito.

Barcelona bersama Tito mungkin tak akan dikenang seperti orang memuja Barcelona era Pep Guardiola. Tapi soal melanggan rekor seperti raihan gol, koleksi nilai, konversi peluang dan hal lain terkait efektivitas, catatan Tito sama sekali tidak di bawah Guardiola. Hal lainnya, ia mengembalikan antusiasme para pemain saat menghadapi tim-tim kecil. Hal inilah yang hilang di akhir era Pep Guardiola.

Baca  Apa pendapatmu tentang kebijakan transfer baru Manchester United yang dicetuskan oleh Mike Phelan untuk merekrut banyak pemain muda?

Apakah Barcelona 2012/2013 adalah wujud dari idealisme dan pandangan filosofis Tito tentang taktik sepakbola? Tak seorang pun tahu. Ia menangani tim yang tengah dalam masa transisi. Yang bisa dikatakan, Tito membawa tim melewati masa transisi dengan sukses dan halus. Belum sempat menunjukkan cerita selanjutnya bersama Barca, Tito kembali dikalahkan penyakit lamanya, kanker.

Dalam proses pemulihannya, klub terpaksa mencari pelatih lain. Tapi isyarat Barcelona tetap sama, Tito ditunggu kembali dalam kondisi sehat wal afiat. Isyarat itu tak berubah sampai tanggal 25 April 2014, ketika Tito akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya. Kesedihan dunia sepakbola saat menerima kabar duka ini menggambarkan kualitas Tito sebagai pelatih dan sebagai pribadi.

Selamat jalan Tito Vilanova. Dunia sepakbola akan mengenangmu dengan baik dan seksama.

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.