Jurnal

Sebuah pelajaran dari pesan Paus Fransiscus

Paus Fransiscus, Sebuah pelajaran dari pesan Paus Fransiscus Posted On
Posted By Ahmad Makki

Sewaktu Paus Fransiscus mengunjungi Amerika beberapa bulan lalu, ada beberapa pesan yang ia sampaikan kepada khalayak. Salah satu pesan yang enggak langsung saya pahami adalah tentang pentingnya menjaga nilai-nilai keluarga. Hari-hari ini saya baru lebih paham apa yang ingin disampaikannya.

Saya menyaksikan media sosial menjadi ladang subur tempat berkembangbiaknya kabar-kabar hoaks dan permusuhan. Orang makin gampang marah. Masyarakat terbelah dan saling bermusuhan. Enggak sedikit cerita pertengkaran dalam keluarga gara-gara berbantahan kabar hoaks.

Di sinilah menurut saya titik penting pesan Paus Fransiscus. Semakin rajin kita konsumsi kabar hoaks dan kabar permusuhan, semakin kita kehilangan pegangan pada kenyataan hidup sehari-hari, semakin jauh kita dari nilai-nilai kekeluargaan.

Kita berhubungan dengan keluarga, kekasih, teman, dengan landasan rasa saling menyayangi, saling mengasihi dan saling percaya. Hoaks, permusuhan dan kebencian menghancurkannya. Kita makin enggak punya waktu untuk ngobrol tema-tema sederhana sehari-hari, karena sibuk berbantahan kabar hoaks.

Sepakbola, makanan enak, kelakar-kelakar, tebak-tebakan, kabar tentang kawan lama, buku-buku bacaan, tontonan yang menghibur, saling mengejek yang menandakan hangatnya persahabatan, kendaraan yang mesti diservis tapi kondisi dompet sedang bokek dan sebagainya. Berapa banyak tema obrolan sederhana seperti itu yang kita lupakan karena sibuk bermusuhan?

Saat ini enggak sedikit orang yang menilai hubungan keluarga, pertemanan dan komunikasinya dengan orang lain berdasar kabar-kabar hoaks yang tersebar di media sosial.

Paus Fransiscus sejak beberapa bulan lalu mengingatkan kita untuk menjaga erat nilai-nilai keluarga. Ketika segala sesuatunya kelihatan membingungkan, ruang-ruang sosial dipenuhi nuansa permusuhan, nilai-nilai kekeluargaanlah yang menjaga kita tetap berhubungan baik dengan orang lain dan menoleransi perbedaan.

Hoaks telah menghancurkan nilai-nilai keluarga dan kebersamaan dalam masyarakat, obrolan kecil kita dengan sesama manusia akan membangun kembali nilai-nilai tersebut.

Baca  Catatan untuk kemenangan Portugal di Final Euro 2016

Saya percaya agamawan yang pemahamannya sangat mendalam akan lebih sering menyampaikan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan semua agama. Paus Franciscus menurut saya begitu. Sebagai seorang muslim saya betul-betul mengaguminya.

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.