Tokoh

Romo Mangun

Romo Mangun, Romo Mangun Posted On
Posted By Ahmad Makki

“Tidak ada manusia sisa. Semuanya sama, sederajat,” begitu keyakinan alm. Romo Mangun, panggilan Yusuf Bilyarta Mangunwijaya. Dia seorang pemuka agama Katolik, budayawan dan arsitek yang selalu melibatkan prinsip kemanusiaan dalam rancangan bangunannya. Saya mendengar prinsip itu dari Erwinthon P. Napitupulu, arsitek terkenal yang mengagumi Romo Mangun, dalam sebuah diskusi yang tahunnya sudah saya lupakan.

Landasan keyakinan itu yang membuat Romo Mangun mengabdikan diri untuk menata pemukiman kumuh di bantaran Kali Code di Yogyakarta. Ia selalu memandang warga miskin yang bergerombol liar di bantaran kali itu sebagai manusia seutuhnya, bukan sekadar angka statistik yang bisa diperlakukan seenaknya. Karenanya Romo Mangun datang bukan sebagai orang pintar yang merasa lebih tahu. Tapi sebagai sesama manusia.

Romo Mangun membuktikan bahwa buldoser bukan satu-satunya solusi buat masalah tata kota. Kali Code, yang sebelumnya dikenal sebagai titik persoalan, berubah jadi titik perhatian dunia. Daerah itu kemudian menjadi sebuah model bagaimana arsitektur, tata kota dan kemanusiaan bisa berjalan beriringan.

Hidup Romo Mangun adalah cerita tentang pengabdian pada kemanusiaan. Kali Code hanya salah satunya. Di zaman yang terburu-buru ini, kisah-kisah pengabdian memang gampang sekali kita lupakan.

Baca  Antonio Conte

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.