Jurnal

Quran dan langgam bacanya

Quran, Quran dan langgam bacanya Posted On
Posted By Ahmad Makki

Waktu kecil, sejak mbrojol ke dunia saya hampir setiap hari mendengar orang membaca Quran dengan langgam Timur Tengah. Sebegitu seringnya, samapai terasa biasa. Di Indonesia memang mayoritas tartil (pembacaan) Quran memakai langgam Timur Tengah.

Usia belasan tahun saya mondok di sebuah pesantren di Jawa Timur, setelah merengek berhari-hari kepada orangtua. Penyebabnya karena melihat beberapa teman dikirim orangtuanya ke pesantren. Di pesantren tersebut saya pertama kali mendengar orang membaca Quran dengan langgam Jawa.

Kali pertama mendengar, rasanya segar sekaligus magis. Saat itulah saya baru mengerti makna pernyataan, “hati bergetar saat dibacakan ayat-ayat suci”.

Melompat pada masa saya kuliah, saya pernah tinggal di rumah kos yang dekat dengan masjid. Hampir saban jelang subuh speaker masjid menyiarkan suara seseorang membaca Quran dengan langgam Jawa. Cara bacanya (makhraj dan tajwid) tepat, meski tidak merdu. Tapi ia berhasil bikin hati saya sering bergetar.

Saya memang bukan orang religius, jarang sekali ke masjid kalau tidak ada kewajiban. Tapi bacaan orang itu pernah bikin saya meneteskan air mata haru.

Hari ini saya baru saja menemukan video seorang ulama Sudan, Syekh Nourin Mohamed Sidiq yang membacakan Quran dengan langgam setempat. Merdu sekali. Bikin saya ingat beberapa pengalaman di atas.

Baca  Kleng

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.