Jurnal

Kualitas Pemilu 2019 dan partisipasi warga

Pemilu 2019, Kualitas Pemilu 2019 dan partisipasi warga Posted On
Posted By Ahmad Makki

Pemilu 2019 sudah selesai dilaksanakan pada 17 April 2019 lalu, meski ada beberapa titik Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diberitakan akan melakukan pemungutan ulang karena beragam sebab.

Berbagai lembaga survei kredibel secara kompak menyimpulkan hasil akhir untuk kemenangan pasangan 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Tapi satu-satunya lembaga yang punya legalitas mengesahkan hasil pemilu cuma Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat Pusat. Saat ini mereka tengah melakukan penghitungan manual.

Meski begitu wibawa KPU dalam beberapa bulan terakhir digerogoti berbagai isu kurang sedap. Mulai dari kritik terhadap kualitas kotak suara, sampai tuduhan berpihak pada pasangan calon tertentu. Beberapa kritik faktual, tapi sebagian besar hoaks yang mudah sekali diklarifikasi secara swadaya oleh setiap orang.

Asyiknya jadi orang Indonesia, dalam setiap momen selalu tersedia warga negara yang merelakan dirinya menjadi relawan untuk kepentingan banyak orang. Entah dalam bentuk pikiran, tenaga, waktu, maupun materi. Tidak jarang keempatnya sekaligus. Begitu dalam Pemilu 2019 ini, beberapa pihak mencurahkan perhatiannya untuk memastikan kualitas pemilu terjaga.

Mengecek rekapitulasi suara

Publikasi hasil penghitungan suara yang resmi tentu saja laman Hasil Pemilu 2019 di situs KPU. Selain itu sekarang ada situs-situs alternatif penyaji rekapitulasi suara, yang diinisiasi beberapa lembaga atau komunitas. Selain berguna buat mencocokkan data, mereka juga berperan jadi sumber informasi cadangan ketika situs KPU sedang tidak terakses karena lalu-lintas kunjungan yang membludak.

Yang pertama adalah KawalPemilu. Lembaga ini sudah beroperasi sejak Pemilu 2014 lalu dan kembali memainkan peran penting pada pemilu kali ini. Mereka bekerja berdasar masukan foto lembar C1 dari para relawan. Data C1 ini akan diproses dan diverifikasi para moderator, diolah menjadi informasi yang lebih mudah dicerna dalam bentuk tabel.

Baca  Gus Dur dan Politik

KawalPemilu secara sadar tidak menyajikan tampilan pie chart hasil suara, mencegah pihak tuna tanggung-jawab melakukan skrinsut untuk tujuan disinformasi.

Lembaga lain adalah KawalPilpres2019 yang baru beroperasi pada Pemilu 2019 ini. KawalPilpres2019 digawangi oleh praktisi internet ternama, Onno W. Purbo. Cara kerjanya mirip dengan KawalPemilu, mengandalkan data para relawan di berbagai titik, untuk diseleksi dan diverifikasi pihak moderator.

Berbeda dengan KawalPemilu, Kawalpilpres menyajikan tampilan pie chart yang secara otomatis terbarui saat masuk tambahan informasi suara.

Di luar dua situs alternatif di atas, ada beberapa situs lain yang mengklaim menyajikan perhitungan real count Pemilu 2019. Meski begitu saya belum bisa mendaftarkannya di sini, karena minimnya penyajian transparansi data. Pada KawalPemilu dan KawalPilpres, seperti juga di situs KPU, kita bisa menelusuri data suara sampai satuan terkecil, yakni TPS-TPS di tiap kelurahan dan desa. Situs-situs alternatif lain tidak melakukannya.

Melacak kekeliruan input suara

Kasus yang cukup banyak mengemuka pada Pemilu 2019 kali ini adalah kesalahan input suara yang dilakukan KPU pada situsnya. Sebagian informasi terkait ini memang faktual, diakui sendiri dan diperbaiki oleh KPU. Tapi menurut saya kadarnya masih wajar dan dialami dua pihak kontestan. Saya percaya kekeliruan temporal begini juga terjadi pada pemilu sebelumnya, tapi eksposnya tidak sebesar sekarang.

Meski begitu ada saja pihak-pihak yang kepingin melakukan disinformasi dan menggelembungkan beberapa kekeliruan KPU seolah tengah terjadi kecurangan masif dan terpola. Karenanya soal kekeliruan ini yang beredar luas di media sosial lebih banyak hoaksnya.

Dalam hal ini seorang warga bernama Yohanda Mandala tergerak untuk mendokumentasikan beberapa kekeliruan yang dilakukan oleh KPU. Ini membantu setiap orang untuk mengecek apakah kekeliruan bersifat insidental atau terpola.

Baca  Kenangan sahur

Dokumentasi Yohanda bisa diakses di sini. Melihat daftarnya, jauh sekali kan ketimbang kabar yang beredar di mana-mana kan?

Baik KawalPemilu, KawalPilpres2019, maupun dokumentasi Yohanda, merupakan bentuk partisipasi bagus dari warga negara untuk membantu kualitas pemilu jadi lebih transparan. Terima kasih atas upaya kalian.

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.