HumorJurnal

Korek api

Posted On
Posted By Ahmad Makki

Selaku perokok berat saya selalu menyediakan korek api di saku celana. Sebab, seperti diketahui semua perokok, rokok tanpa korek seperti kisah Romeo dan Juliet tanpa William Shakespeare. Sedang perokok tanpa korek laksana presiden tanpa rakyat.

Beberapa bulan belakangan kegandrungan saya menyiapkan korek meningkat drastis. Selain di saku, saya menyelipkannya di tas yang saya bawa. Di meja laptop juga saya geletakkan korek api. Itu belum termasuk beberapa biji di kotak perkakas di samping meja. Total ada lebih dari sepuluh korek api.

Semua saya dapatkan dengan berbagai macam cara. Biasanya korek api teman yang pindah tangan, baik secara legal maupun ilegal, secara sadar maupun enggak, lewat proses sengketa maupun diam-diam. Yang resmi saya beli cuma sebiji.

Tapi benar kata orang, nasib seperti roda. Sepekan terakhir koleksi korek api saya berguguran satu-persatu oleh berbagai sebab. Mulai dari aksi balas dendam teman, rusak, ketinggalan, sampai kecemplung di wc.

Pagi ini saya dapati korek api tinggal sebiji. Itu pun sudah mulai kena klaim tetangga yang tadi kebetulan berpapasan di pinggir jalan.

Baca  Ojek

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.