JurnalWordPress

Kenalan dengan plugin Yoast SEO

Yoast SEO Posted On
Posted By Ahmad Makki

Sekitar pertengahan 2018 saya dapat tugas baru menjadi editor ahli di sebuah situs Islam. Salah satu konsekuensinya adalah berurusan dengan dasbor situs secara reguler. Dari sinilah saya punya kesempatan berkenalan dengan plugin WordPressYoast SEO.

Beruntung saya punya pengalaman ngeblog yang bermula pada tahun 2008, lalu berhenti lama. Beruntung juga situs tersebut memakai content
management system
(CMS) WordPress. Ini CMS yang paling familiar buat saya. Enggak deng, satu-satunya yang familiar. Hahaha.

Sebelum membuka dasbor lagi setelah lama absen, saya berpikir perlu berapa lama saya beradaptasi ulang setelah hampir 10 tahun tidak berurusan dengan website. Pas dibuka, cukup banyak perubahan tapi desainnya tetap intuitif. Ada hal-hal baru tapi enggak ada kesulitan berarti.

Hal yang betul-betul baru dan paling saya ingat adalah kolom-kolom di bawah entri artikel. Awalnya saya belum paham, tapi karena sepertinya mengarah ke praktik search engine optimization (SEO) saya jadi tertarik menelusur. Pencarian menuntun saya ke plugin Yoast SEO yang baru saat itu saya kenal.

Dulu sewaktu masih ngeblog dan sempat tertarik dengan money blogging, yang menghariskan saya belajar dasar-dasar SEO. Soal bahasa kode yang memang saya tidak paham sampai sekarang, enggak terlalu jengkel kalau sampai kesulitan. Yang paling bikin mangkel adalah soal bagaimana menulis artikel yang SEO friendly.

Terkait kata kunci, fokus dan proporsi kata kunci, bertebaran tutorialnya di mana-mana. Tapi bagaimana mengukurnya? Itu yang selalu terasa masih abstrak di kepala saya. Di sinilah Yoast SEO melengkapi mata rantai yang hilang.

Dulu sewaktu saya masih ngeblog, plugin SEO paling canggih adalah All in One SEO Pack yang sampai sekarang masih populer. Tapi fitur SEO analysis dari Yoast Seo, yang berguna untuk mendeteksi unsur-unsur SEO dalam artikel, bikin saya kesengsem. Ia memberi tahu kita bagian mana dari artikel yang masih bisa diperbaiki agar skor SEO-nya makin baik.

Baca  Kualitas Pemilu 2019 dan partisipasi warga

Selain SEO analysis fitur yang berkaitan adalah readibility analysis. Gunanya buat mengukur tingkat keterbacaan artikel kita. Kaitannya dengan panjang kalimat dan panjang paragraf. Semakin panjang kalimat atau paragraf biasanya akan semakin rendah tingkat keterbacaannya.

Yoast SEO ini ada versi gratis maupun premium. Tentu saja saya memakai yang gratisan. Yang premium saya pernah coba, bisa menambahkan sinonim dari kata kunci dan beberapa fitur lain, termasuk dukungan 24 jam.

Berkenalan dengan Yoast SEO ini pengalaman sangat sederhana. Saya memang ketinggalan zaman juga baru tahu sekarang. Tapi pengalaman ini berhasil bikin saya mengingat ulang pengetahuan SEO yang dulu pernah saya pelajari. Itu juga salah satu faktor yang menyemangati saya membangun blog ini.

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.