SepakbolaTokoh

Ji-Sung Park si paru-paru tiga

Ji-Sung Park, Ji-Sung Park si paru-paru tiga Posted On
Posted By Ahmad Makki

Kalau publik sepakbola Eropa -yang kompetisinya terkenal disiplin dan melelahkan- mengagumi stamina dan kegigihan seorang pemain Asia di lapangan, pasti ada hal hebat yang dimiliki pemain tersebut. Kehebatan itulah yang membuat orang menjuluki Ji-Sung Park sebagai Three Lung Park, Si Paru-paru Tiga.

Ji-Sung Park mungkin kerap terlihat konyol di lapangan. Sentuhan pertamanya sering meleset, membuat sentuhan keduanya adalah upaya mengejar bola yang gagal dikontrol. Tapi jangan coba-coba rebut bola dari penguasannya. Sampai pinggir neraka pun akan dikejarnya.

Dalam ingatan saya, musim terbaik Park secara personal adalah tahun kompetisi 2010-2011. Pada musim tersebut ia mengukuhkan dirinya sebagai defensive winger terbaik di dunia. Man Utd kala itu boleh punya pemain dengan skill aduhai seperti Rooney, Giggs, atau Carrick. Tapi saat tim kehilangan bola, semua mata tertuju pada Ji-Sung Park.

Di timnas Korsel, Park mengakhiri kariernya sebagai kapten di Piala Dunia 2010. Di kompetisi inilah dia mencatat rekor sebagai pemain paling cepat. Ia melarikan bola tanpa banyak gaya, dari sepertiga lapangan sampai menjadi gol.

Hari ini nama Park kembali dibincang, ketika si “paru-paru tiga” ini memutuskan pensiun dari sepakbola. Bagaimana pers memberitakan pengumuman ini menujukkan, bahwa publik sepakbola menyimpan banyak cinta dan respek kepada Ji-Sung Park.

Selamat bersenang-senang dengan hidup barumu, Park.

Baca  Mati Ketawa cara Sepakbola

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.