EsaiHumorTokoh

Ikhwal Humor Gus Dur

humor Gus Dur, Ikhwal Humor Gus Dur Posted On
Posted By Ahmad Makki

Dari mana asalnya khazanah humor Gus Dur yang luar biasa luasnya? Menurut pengakuannya dari latar belakangnya sebagai orang pesantren.

Selama ini pesantren-pesantren tradisional memang dikenal sebagai tempat pendidikan agama yang kaya dengan tradisi humor. Para santri digembleng dengan ketat dan ilmu yang mendalam, tapi jiwanya diperkaya dengan kebiasaan humor.

Para alumnus pesantren tradisional, tak peduli dari pesantren mana pun, rata-rata memiliki pengalaman dan kenangan yang sejenis. Sama-sama belajar main kartu untuk membunuh waktu, sama-sama punya memori konyol dan kenakalan-kenakalan kecil, sama-sama pernah mengalami atau melihat orang yang tak bangun-bangun di sujud akhir sembahyang subuhnya karena ketiduran.

Para kiai atau santri senior sering menyelipkan celetukan-celetukan humoris saat mengajari para santri. Apalagi kalau yang tengah dipelajari temanya heboh, misal fiqh terkait paktik seks. Kejahilan dalam pertemanan juga sudah jadi bagian sehari-hari kehidupan pesantren.

Karena itu pada umumnya para lulusan pesantren justru rata-rata humoris, senang mengobrol dan mudah bergaul. Tidak seperti gambaran di sinetron-sinetron, di mana para santri terlihat kaku dan kikuk di mana pun mereka berada, sekalinya mengobrol pun membosankan karena isinya nasihat terus.

Salah satu tokoh yang dikagumi Gus Dur adalah Abu Nawas, seorang penyair Arab. Nama Abu Nawas sudah akrab menjadi cerita rakyat dalam khazanah Islam di seluruh dunia. Dia diceritakan sebagai penasihat sekaligus juru hiburnya Sultan Harun al-Rasyid. Sering diceritakan bahwa Abus Nawas kerap punya gagasan nyeleneh dan kontroversial tapi brilian dan jenaka.

Humor buat Gus Dur bukan cuma selingan, tapi termasuk hal penting, meski bukan yang utama. Dalam dunia politik humor penting untuk menyatukan bahasa rakyat dan mengungkapkan keluhan-keluhan. Lihat bagaimana rakyat secara spontan menggalang humor lewat berbagai cara dalam kasus papa minta saham.

Baca  Gus Dur dan kontroversi

Tak ada rezim yang bisa dijatuhkan karena humor, kata Gus Dur. Tapi ia menambahkan bahwa humor mempunya fungsi pentingnya sendiri bagi masyarakat.

Dalam kehidupan agama, humor penting bagi Gus Dur untuk mengurangi kekakuan dan ketegangan. Pada dasarnya ajaran agama adalah kompilasi perdebatan membangun antara para ahli agama sepanjang zaman, dalam menafsirkan perintah Tuhan dan perkataan Nabi. Para pemeluk agama mesti menyadari hakikat itu agar tak merasa selalu benar sendiri. Humor, kata Gus Dur, membantu kita rendah hati untuk menerima bahwa kita tak mungkin selalu benar.

Gus Dur selalu khawatir melihat gejala keberagamaan yang tidak sehat. Orang-orang yang selalu merasa benar sendiri dan berhak memaksakan kehendaknya, perasaan arogansi dan minta dilayani para pemeluk agama mayoritas, mudah mengafirkan dan menyesatkan orang lain, adalah sebagian gejala keberagamaan tak sehat. Dalam kondisi begini, menurut Gus Dur masyarakat justru perlu lebih banyak dosis humor.

“Kalau agama sudah kelewat tegang dan kaku, yang kita butuhkan adalah humor,” kata Gus Dur suatu kali.

Satu kali ketika terjadi gempa di Jogjakarta, Gus Dur diketahui pernah nyeletuk jenaka bahwa gempa akibat Nyai Roro Kidul dipaksa pakai jilbab. Saat itu memang tengah ramai-ramainya beberapa kelompok ingin memaksakan penerapan syariat agama tertentu di daerah-daerah.

Gus Dur menjelaskan bahwa pada saat itu di sebuah forum ia ditanya penyebab gempa Jogja.

“Saya loh, kiai, ditanya gempa. Wong saya bukan geolog, ya mana paham saya. Ya sudah akhirnya saya jawab aja Nyai Roro Kidul dipaksa jilbaban,” celetuk Gus Dur sambil tekekeh.

Kalau dunia pesantren memang menyediakan iklim yang akrab dengan humor, lalu darimana Gus Dur mempelajari khazanah humor berbagai bangsa? Seperti diketahui, perilaku melahap beragam jenis bacaan sudah menjadi kebiasaan Gus Dur sejak kecil. Kemungkinan besar dari sinilah berbagai material pengocok perutnya berasal. Kemungkinan besar koleksi humor Gus Dur belum ada yang menandingi di Indonesia.

Baca  Mati Ketawa cara Sepakbola

Jenis humor Gus Dur yang belum ada lawannya adalah yang mengejek diri sendiri. Misal soal presiden dan kegilaan, humor yang juga disampaikan saat ia sukses mengocok perut Fidel Castro berkali-kali.

Semua presiden Indonesia itu gila, kata Gus Dur. Yang pertama gila wanita, kedua gila tahta, ketiga gila teknologi, keempat (dirinya sendiri) yang milih dan yang dipilih gila semua.

Ketika masih menjadi wartawan sebuah majalah Islam saya pernah membaca surat pembaca yang mengecam majalah kami lantaran pengirimnya menganggap kami mengejek Gus Dur dengan berlebihan.

Perkaranya adalah edisi sebelumnya yang memuat humor tentang Gus Dur. Di situ diceritakan Gus Dur bersama Megawati, Amien Rais dan Aa Gym yang mengajak seorang santri yang membawa gembolan kain sarung, rapat membahas masalah bangsa di sebuah pesawat yang hanya menyediakan 4 parasut.

Di tengah rapat ada berita kerusuhan besar-besaran. Megawati yang merasa terpanggil menyelesaikan persoalan bangsa langsung mengambil parasut lalu meloncat keluar. Amien Rais yang tak yakin kemampuan Mega ikut menjambret sebuah parasit lalu ikut meloncat. Gus Dur yang geleng-geleng kepala dan yakin keduanya bakal gagal ikut menggemblok parasut juga dan meloncat.

Tinggal Aa Gym kebingungan. Ketika santrinya mengajak melompat juga Aa Gym bilang bahwa parasutnya tinggal satu buah. Tapi santrinha membantah.

“Tadi yang diambil Gus Dur bukan parasut. Karena dia enggak bisa melihat, yang diambil malah gembolan saya,” kata si santri.

Humor itulah yang dipersoalkan si pembaca yang resah. Persoalannya, humor itu justru dibikin oleh Gus Dur sendiri.

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.