Posted On
BukuEsai

Gerak-Gerik: matinya sebuah toko buku

Posted By Ahmad Makki

“Gua pengen meneladani para pedagang Cina. Harga murah, untung sedikit, pemasukan lancar.” kata lelaki tinggi besar itu. Saya mengangguk setuju. “Harga murah juga berarti gua beramal buat mahasiswa,” imbuhnya. Lelaki itu Ikhwan Nasution. Panggilannya Tion. Seorang kawan berdarah Batak pernah berkata, ini kali pertama ia ketemu orang Batak yang berani memapas nama marganya dengan sengaja. […]

read more
Posted On
BukuEsai

Hidup saya sejak membaca “Dataran Tortilla”

Posted By Ahmad Makki

Bertahun-tahun lalu, ketika masih mahasiswa, saya sempat tinggal di kos yang lumayan luas, namun terlihat mau ambruk. Temboknya dekil dan retak di sana-sini. Kusen-kusennya rusak diserbu rayap. Di kamar depan, papan langit-langitnya ambrol entah sejak kapan. Dugaan saya, para nyamuk pun sedikit tersinggung, lantaran mereka bebas keluar masuk tanpa kami beri tantangan berarti. Tapi jangan […]

read more
Posted On
BukuResensi

Pranata Mangsa: Tradisi Pengetahuan yang Digerus Zaman

Posted By Ahmad Makki

Pranata mangsa ikut menyumbang keagungan kerajaan-kerajaan besar di Jawa Sumber: Historia MASHADI, petani asal Desa Pandansari, Brebes, Jawa Tengah, pusing dan gelisah. Dia mengeluhkan perubahan iklim dan gejala-gejala cuaca ekstrem yang membuatnya kesulitan menentukan waktu menanam bibit. Sejak dulu dia mempraktikkan pranata mangsa, ajaran orangtua dalam hal bercocok-tanam yang tak sebangun dengan penanggalan Masehi. “Tapi […]

read more