QuoraSepakbola

Apa inovasi paling penting yang dilakukan Arrigo Sacchi dalam sepakbola dengan tim AC Milan di tahun 80-an?

Arrigo Sacchi, Apa inovasi paling penting yang dilakukan Arrigo Sacchi dalam sepakbola dengan tim AC Milan di tahun 80-an? Posted On
Posted By Ahmad Makki

Sebetulnya hampir tidak ada yang baru dari taktik Arrigo Sacchi di AC Milan. Ia banyak terinspirasi dari penemuan pelatih asal Uni Soviet Viktor Maslov.

Saya tidak setuju kalau dibilang Sacchi terinspirasi dari tim Ajax 1970-an. Formasi 4–4–2 sejajar tanpa sayap dan libero ala Sacchi adalah temuan Maslov. Sementara Ajaxnya Rinus Michels memakai formasi 4–3–3 atau 3–4–3. Seperti Milannya Sacchi, Dinamo Kievnya Maslov juga minus playmaker dalam pengertian rigid. Sementara Ajax punya Johan Cruyff yang menjadi pusat gravitasi tim.

Zonal marking yang legendaris ala Milannya Sacchi juga merupakan temuan Maslov, meskipun Rinus Michels juga memakainya dalam waktu yang hampir bersamaan. Begitu juga dengan taktik memanfaatkan aturan offside secara ekstrem, itu pertama dilakukan Maslov. Buku Inverting the Pyramid karya Jonathan Wilson membahas ini secara mendalam.

Zonal marking dan jebakan offside itu bukan taktik yang berdiri sendiri, melainkan konsekuensi dari pressing yang dilakukan secara agresif. Sederhananya pressing ini upaya mengganggu lawan yang menguasai bola, dengan menekan dan menutup ruang geraknya sesegera mungkin, sebelum ia bisa berpikir menyusun serangan. Marcello Lippi menyebut ini sebagai inovasi sepakbola paling berpengaruh dalam sejarah. Saat ini semua tim di dunia mempraktikkan pressing dengan intensitas berbeda-beda.

Untuk mem-pressing lawan secara efektif, seisi tim harus memosisikan dirinya di zona-zona tertentu agar bisa menutupi semua ruang di lapangan. Tujuannya untuk membuat lawan yang menguasai bola tak punya ruang dan waktu untuk berpikir.

Tapi tanpa peraturan offside itu mustahil dilakukan, sebab lapangan sepakbola terlalu luas buat ditutup pergerakan 10 pemain (selain kiper) secara bersamaan. Untuk itu Maslov memakai jebakan offside secara agresif. Pemain belakang diinstruksikan menekan naik sampai ke tengah lapangan, untuk a) mempersempit ruang gerak lawan, b) memastikan bola lebih dekat dengan gawang lawan ketika berhasil direbut.

Baca  Antonio Conte

Jadi secara sederhana bisa dibilang taktik Sacchi di Milan itu mengulangi inovasi yang sudah ditemukan oleh Viktor Maslov sebelumnya. Sejarawan taktis sepakbola Jonathan Wilson menyebutnya sebagai bapak sepakbola modern. Saat ini inovasi taktik yang dilakukan Maslov, seperti pressing dan zonal marking, menjadi resep permainan tim-tim elite dunia. Bahkan sejak jauh hari Maslov sudah memprediksikan sistem yang memungkinkan peran pemain false nine seperti Totti dan Messi.

Hanya saja Arigo Sacchi membawa taktik ini ke Serie A Italia, salah satu liga paling terkenal. Karenanya ia lebih mendapat sorotan ketimbang Maslov.

Selain itu di Italia sendiri orang saat itu tengah terbuai dengan peran libero dan trequartista (playmaker dengan tipe lebih spesifik). Libero adalah jantungnya sistem catenaccio yang identik dengan Italia (tapi bukan dari Italia). Sedang trequartista adalah penubuhan imajinasi romantis orang Italia terhadap keindahan sepakbola.

Ketika Arrigo Sacchi sukses tanpa memakai keduanya, publik sepakbola di negara itu pun geger.

Sumber: Quora

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.