JurnalTokoh

Alex Komang si “Pedang Akal”

Alex Komang, Alex Komang si “Pedang Akal” Posted On
Posted By Ahmad Makki

Saya ingat pertemuan dengan Alex Komang beberapa tahun lalu. Lantai 5 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Boleh. Tapi cari tahu dulu nama asliku,” jawabnya sambil terkekeh, ketika saya minta izin wawancara untuk keperluan penyusunan Ensiklopedia Nahdlatul Ulama.

“Syaifun Nuha”, “Saifun Nuha”, “Syaifin Nuha”, “Saifin Nuha”. Banyak juga varian namanya berdasar dokumentasi media massa. Yang membuat saya menjawab tepat adalah pernyataannya di satu kesempatan.

“Media-media sering salah menulis namaku”. Berdasar penelusuran saya, “nama” yang paling jarang dipakai media adalah “Saifin Nuha”, artinya pedang akal. Saya pun mendapat tiket wawancara.

Beberapa hari kemudian kami bertemu di kedai kopinya yang belum lama dibuka. Sedikit wawancara banyak ngobrol dan bercanda. Lalu dia minta teruskan wawancara via email. Dia lebih tertarik bicara tentang film dan obrolan santai lain. Setelah itu kami sempat bertemu lagi beberapa kali.

Bertahun-tahun kemudian, malam ini tepatnya, saya mendadak ingat lagi fragmen tersebut ketika mendengar kabar ia wafat dalam usia 53 tahun. Cepat sekali rasanya perjalan seorang anak manusia. Di sisi lain, kaya sekali rasanya pengalaman hidup seorang anak manusia dalam usia yang tak seberapa.

Selamat jalan, Bang Alex. Selamat jalan jiwa yang tenang. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Baca  Romo Mangun

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.