Jurnal

Agamawan dan kasus pembakaran manusia

Posted On
Posted By Ahmad Makki

Kalau ada tradisi kritik kepada akademisi dan ilmuwan yang kehilangan sentuhan dengan kenyataan sosial, kritik yang sama juga bisa disodorkan buat agamawan. Boleh jadi malah lebih relevan.

Dalam kasus bermacam perilaku barbar di jalanan, misalnya pembakaran manusia di Bekasi, agamawan jarang sekali ikut bicara untuk menjernihkan keadaan. Seolah-olah tugas agamawan itu juri lomba maraton ke surga belaka. Dan seolah-olah kehidupan manusia di jalanan tidak relevan dengan perkara surga-neraka dalam ajaran agama. Ironisnya banyak agamawan yang menganggap dirinya paling penting dalam ruang publik.

Sejatinya agamawan itu hampir sejenis dengan ilmuwan. Mereka berkutat dengan sumber-sumber penting keilmuan, terus membarui pengetahuan dan bersinggungan dengan kenyataan ketika menarik sebuah kesimpulan.

Baca  Kualitas Pemilu 2019 dan partisipasi warga

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.